Tempat menemukan berbagai tips menjaga kesehatan badan, Diet sehat, Kesehatan rambut, Kesehatan mulut, Kecantikan, Healthy sex, dan berbagai olahan makanan dan minuman sehat.

Tuesday, March 28, 2017

Diet Ketogenik: Solusi Menurunkan Berat Badan yang Cepat dengan Efek Samping yang Minimal

Diet ketogenik (sering disebut keto) merupakan pola makan yang menerapkan konsumsi tinggi lemak, konsumsi protein dalam jumlah rendah sampai sedang, serta konsumsi karbohidrat yang rendah. Diet Ketogenik memiliki banyak kesamaan dengan diet Atkins dan diet rendah karbohidrat. 

Diet keto pertama kali diperkenalkan oleh dr. Gianfranco Cappello, seorang profesor dari Universitas Sapienza di Italia. Dalam penelitiannya, lebih dari 19.000 peserta diet keto mengalami penurunan berat badan yang cepat dengan efek samping yang minimal. Selain itu, kebanyakan peserta juga tidak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan setelah satu tahun. Menurut laporan penelitiannya, rata-rata peserta mengalami penurunan berat sebesar 10,2 kg setelah 2,5 siklus diet ketogenik.

Rudy mawer, seorang ahli nutrisi dalam bidang olahraga, menambahkan bahwa terdapat banyak keuntungan dari metode ini. Salah satunya adalah hasilnya yang cepat. Selain itu, diet ketogenik memiliki konsep yang sederhana yaitu dengan mengeliminasi satu golongan makanan (karbohidrat), membuat semua orang mudah memahaminya. Diet ini juga membuat seseorang merasa kenyang walau mengonsumsi makanan dengan kalori yang lebih sedikit.

Contoh Makanan Lemak Sehat
Dalam diet ketogenik, 75-90 persen kebutuhan kalori harian dipenuhi dari lemak, 6-20 persen dari protein, dan konsumsi karbohidrat tak lebih dari 5 persen. Hal ini mempengaruhi asupan karbohidrat yang harus benar-benar dikurangi, dan menggantinya dengan lemak. Pengurangan karbohidrat menyebabkan tubuh kita mengalami keadaan metabolisme yang disebut ketosis. 

Setelah empat sampai lima hari melakukan diet ketogenik, cadangan karbohidrat yang disebut glikogen, akan berkurang dan terjadi ketosis yang memicu penurunan berat badan. Selain itu, secara fisik juga akan terlihat tubuh menjadi lebih ramping.

Kelebihan utama dari diet ini adalah tidak menyebabkan kita kelaparan karena pola makannya mengharuskan kita memperbanyak lemak. Selain itu, kondisi ketosis juga membuat nafsu makan berkurang. Beberapa penelitian sudah membuktikan jika diet ini cukup efektif. Pola makan lemak disini yang dimaksud adalah lemak yang sehat, misalnya daging, Ikan, telur, minyak nabati, minyak zaitun, Sayuran berdaun hijau gelap, Kacang kacangan dan sebagainya. Efek samping dari mengkonsumsi karbohidrat yang sangat rendah diketahui bisa mengubah mood. Beberapa orang juga mengeluhkan sulit tidur dan mudah tersinggung. Mereka juga jadi terobsesi pada makanan yang dilarang, terutama karbohidrat.
Share:

Sunday, March 26, 2017

Manfaat dan Resiko Buah Pepaya Untuk Ibu Hamil

Manfaat pepaya untuk ibu hamil sampai saat ini masih menjadi perdebatan yang cukup hangat. Mengingat kandungan vitamin dan kandungan dari getah pepaya itu sendiri. Buah pepaya memang memiliki kandungan vitamin A, B, kalium, dan betakaroten yang sangat berguna untuk tubuh.
Tetapi selama ini satu hal yang memicu perdebatan adalah apakah buah pepaya aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil? Karena selama ini banyak penduduk dari negara - negara asia seperti: Indonesia, Sri Lanka, Bangladesh, Pakistan, dan India yang meyakini bila buah pepaya dapat menyebabkan keguguran. Benarkah?
Picture: Buah Pepaya
Manfaat Makan Buah Pepaya Untuk Ibu Hamil
  • Pepaya matang mengandung beta-karoten, vitamin A, vitamin B, vitamin C dan kalium yang dibutuhkan oleh tubuh.Vitamin A dan C dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, sedangkan vitamin B sangat penting untuk pertumbuhan janin.
  • Pepaya berperan dalam mengendalikan dan mencegah sembelit dan bahkan sakit maag. Pepaya membantu untuk mengatasi morning sickness dan kram perut yang umum terjadi selama kehamilan. Kandungan papain dalam pepaya kuning matang juga sangat membantu pencernaan.
  • Pepaya membantu dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Kenaikan kadar hemoglobin membantu dalam penyerapan oksigen sehingga akan mengatasi anemia dan masalah pernapasan.
  • Pepaya efektif dalam mengatasi radang usus selama kehamilan.
  • Satu buah pepaya ukuran sedang mengandung 119 kalori, 29,8 g karbohidrat dan 5,5 g total serat makanan.
  • Pepaya kaya akan kandungan gula. Satu pepaya ukuran sedang mengandung sekitar 17,9 g gula. Kandungan gula membantu untuk memberikan energi dan mengatasi kelelahan yang umum terjadi selama kehamilan.
  • Anda juga dapat mengkonsumsi pepaya matang selama kehamilan untuk mengatasi gejala pra dan pasca persalinan.
  • Anda dapat mencampur pepaya matang dengan susu dan madu. Campuran ini berfungsi sebagai tonik dan merupakan sumber nutrisi yang sangat baik untuk ibu hamil dan menyusui. Pepaya memiliki sifat galactagogue yang membantu dalam peningkatan produksi susu.
  • Pepaya memiliki berbagai sifat obat seperti antiseptik alami. Pepaya juga mengandung anti-mikroba, anti-parasit, anti-inflamasi, diuretik, anti-diabetes, anti-hipertensi dan anti-hiperlipidemia. Beragam sifat obat membuat pepaya menjadi pilihan yang sehat.

Resiko Memakan Buah Pepaya Untuk Ibu Hamil
Berikut adalah beberapa alasan mengapa mengkonsumsi pepaya beresiko pada saat hamil:
  • Pepaya mentah atau bahkan semi-matang mengandung lateks yang dapat mengaktifkan kontraksi rahim. Pepaya umumnya digunakan untuk mengobati siklus menstruasi yang tidak teratur. Pepaya dapat menyebabkan kontraksi rahim dan menginduksi persalinan, hal ini mengarah ke keguguran. Getah pepaya memiliki enzim yang disebut papain yang mengaktifkan hormon prostaglandin dan oksitosin yang memperkuat kontraksi persalinan sebelum waktunya.
  • Kandungan lateks dalam pepaya muda juga menyebabkan induksi awal. Lateks ini juga dapat menyebabkan kelahiran prematur dan cacat lahir pada bayi Anda.
  • Pepaya mentah dianggap tidak aman selama kehamilan karena kandungan papain dan pepsin yang dapat memperlambat pertumbuhan dan perkembangan janin Anda. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa mengkonsumsi pepaya atau bagian lain dari tanaman pepaya selama kehamilan, dapat menyebabkan anti-implantasi, peningkatan kemungkinan kerugian pasca-implantasi embrio dan toksisitas.
  • Kandungan papain dalam pepaya muda dapat melemahkan membran penting yang mempengaruhi kelangsungan hidup janin.
  • Pepaya muda juga mengandung edema, yang merupakan zat mirip lateks dan dianggap buruk bagi wanita hamil. Edema ini dapat menyebabkan bercak dan bahkan pendarahan. Edema juga memperlambat sirkulasi darah.
  • Kandungan vitamin C dalam pepaya membantu untuk membangun kekebalan, namun terlalu banyak konsumsi pepaya dapat menyebabkan batu ginjal. Batu ginjal dapat menyebabkan kram perut, yang mana sangat berbahaya selama kehamilan.
  • Pepaya tidak aman selama kehamilan jika ibu hamil memiliki riwayat diabetes gestasional. Pepaya yang sangat manis dapat meningkatkan kadar gula darah Anda

Nah, Dari beberapa dampak buruk yang telah dijelaskan, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa pepaya berbahaya bagi ibu hamil hanya pada bagian tertentu saja. Sehingga disarankan kepada ibu hamil untuk berhati-hati jika mengkonsumsi buah pepaya. Sangat disarankan untuk hanya mengkonsumsi buah pepaya yang benar-benar sudah matang serta bersih dari getah. Hindari sepenuhnya makan pepaya pada saat hamil muda karena selama periode ini, plasenta baru mulai terbentuk dan bahkan sedikit saja lateks dapat membahayakan kandungan Anda.
Wanita hamil harus menghindari makan pepaya, jika ia punya alergi kulit atau pernapasan. Kandungan lateks pada pepaya dan serbuk sari dari pohon pepaya bisa menyebabkan masalah pernapasan dan iritasi kulit. Dan jika ingin mengkonsumsi pepaya, konsumsilah dengan tidak terlampau banyak, dan konsumsilah dengan memperhatikan tingkat kematangan dan kebersihannya.

Tips Memilih Pepaya
  • Lakukan pemeriksaan warna, tekstur dan aroma.
  • Pepaya harus berwarna segar (tidak hijau dan tidak kusam).
  • Pilih pepaya yang berwarna penuh kuning dan merahnya.
  • Sebuah pepaya tidak seharusnya berbintik-bintik atau memar-memar.
  • Cobalah untuk meremas pepaya untuk memeriksa kematangannya.
  • Pepaya matang akan terasa lembut jika disentuh.
  • Anda dapat mencium aroma pepaya pada bagian dasarnya dan membeli yang beraroma manis.
  • Pepaya akan cepat matang jika disimpan pada suhu normal.


Share:

Friday, March 24, 2017

Diet Sehat dengan Daun Salam

Daun salam selama ini lebih dikenal sebagai salah satu bumbu untuk menyedapkan masakan oleh masyarakat Indonesia, selain itu daun salam juga bisa memperkuat aroma masakan. 

Tidak hanya sebagai bumbu penyedap, ternyata daun salam juga bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya yaitu manfaat daun salam untuk diet sehat, juga telah dikenal sejak lama, meski penelitian secara ilmiah tentang khasiat daun salam sebagai penurun berat badan hingga kini belum pernah dilakukan. 
Gambar: Daun Salam

Bagaimana diet sehat dengan daun salam? Benarkah daun salam juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menurunkan berat badan yang berlebihan?Benarkah daun rempah-rempah ini dapat dijadikan cara sehat untuk diet?

Daun salam mengandung Kalori, Karbohidrat serta serat, Mineral, Vitamin A, Vitamin B-6, Vitamin B9, dan juga Vitamin C. Walaupun tidak pernah dilakukan uji klinis, sebagian pakar kesehatan berpendapat bahwa sejumlah senyawa yang terkandung pada daun salam, selain dapat menurunkan berat badan, juga dapat berfungsi untuk mencegah berbagai macam penyakit yang disebabkan karena berat badan yang berlebihan, dengan cara menetralisir kadar kolesterol di dalam tubuh, serta menjaga gula darah agar tetap normal. Itu sebabnya meminum air rebusan daun salam sangat disarankan bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan obesitas dan terserang diabetes atau kencing manis.

Cara diet sehat dengan daun salam tidaklah sulit, cukup dengan menyediakan daun salam sebanyak 35 lembar. Sebaiknya menggunakan daun salam yang masih segar, namun untuk mereka yang tinggal di wilayah perkotaan, dapat membeli daun salam di pasar yang sudah dikeringkan. Jika menggunakan daun salam kering, tambah jumlahnya menjadi 40 – 45 lembar.

Rebus air sebanyak 400cc hingga mendidih. Setelah itu masukkan daun salam ke dalam air yang mendidih dan biarkan untuk beberapa saat hingga air rebusan berkurang dan tersisa setengahnya. Minumlah air rebusan daun salam tersebut dalam keadaan hangat atau dingin, dan usahakan untuk meminumnya secara rutin setiap hari agar manfaatnya dapat cepat dirasakan.  

Dengan mengkonsumsi air rebusan daun salam secara rutin, lemak dalam tubuh akan cepat terbakar sehingga berat badan dapat cepat turun. Selain itu, pola hidup yang sehat juga sangat mempengaruhi program diet sehat ini, yaitu dengan berolahraga secara rutin dan makan makanan sehat.

Itulah manfaat daun salam untuk diet sehat yang sudah dipraktekkan secara turun temurun meskipun belum pernah dilakukan uji klinis untuk membuktikan kebenarannya secara ilmiah.
Share:

Recent Posts