Diet ketogenik (sering disebut keto) merupakan pola makan yang menerapkan konsumsi tinggi lemak, konsumsi protein dalam jumlah rendah sampai sedang, serta konsumsi karbohidrat yang rendah. Diet Ketogenik memiliki banyak kesamaan dengan diet Atkins dan diet rendah karbohidrat.
Diet keto pertama kali diperkenalkan oleh dr. Gianfranco Cappello, seorang profesor dari Universitas Sapienza di Italia. Dalam penelitiannya, lebih dari 19.000 peserta diet keto mengalami penurunan berat badan yang cepat dengan efek samping yang minimal. Selain itu, kebanyakan peserta juga tidak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan setelah satu tahun. Menurut laporan penelitiannya, rata-rata peserta mengalami penurunan berat sebesar 10,2 kg setelah 2,5 siklus diet ketogenik.
Rudy mawer, seorang ahli nutrisi dalam bidang olahraga, menambahkan bahwa terdapat banyak keuntungan dari metode ini. Salah satunya adalah hasilnya yang cepat. Selain itu, diet ketogenik memiliki konsep yang sederhana yaitu dengan mengeliminasi satu golongan makanan (karbohidrat), membuat semua orang mudah memahaminya. Diet ini juga membuat seseorang merasa kenyang walau mengonsumsi makanan dengan kalori yang lebih sedikit.
![]() |
| Contoh Makanan Lemak Sehat |
Dalam diet ketogenik, 75-90 persen kebutuhan kalori harian dipenuhi dari lemak, 6-20 persen dari protein, dan konsumsi karbohidrat tak lebih dari 5 persen. Hal ini mempengaruhi asupan karbohidrat yang harus benar-benar dikurangi, dan menggantinya dengan lemak. Pengurangan karbohidrat menyebabkan tubuh kita mengalami keadaan metabolisme yang disebut ketosis.
Setelah empat sampai lima hari melakukan diet ketogenik, cadangan karbohidrat yang disebut glikogen, akan berkurang dan terjadi ketosis yang memicu penurunan berat badan. Selain itu, secara fisik juga akan terlihat tubuh menjadi lebih ramping.
Kelebihan utama dari diet ini adalah tidak menyebabkan kita kelaparan karena pola makannya mengharuskan kita memperbanyak lemak. Selain itu, kondisi ketosis juga membuat nafsu makan berkurang. Beberapa penelitian sudah membuktikan jika diet ini cukup efektif. Pola makan lemak disini yang dimaksud adalah lemak yang sehat, misalnya daging, Ikan, telur, minyak nabati, minyak zaitun, Sayuran berdaun hijau gelap, Kacang kacangan dan sebagainya. Efek samping dari mengkonsumsi karbohidrat yang sangat rendah diketahui bisa mengubah mood. Beberapa orang juga mengeluhkan sulit tidur dan mudah tersinggung. Mereka juga jadi terobsesi pada makanan yang dilarang, terutama karbohidrat.







baru denger soal diet keto.. mempersiapkan makanannya agak susah yaa..
ReplyDeletetas kosmetik lucu